Sabtu, 18 Juni 2016

Sekelumit cerita di Ramadhan lalu

Throw back setahun yang lalu...
Mengenang perjuangan getol mendapatkan momongan

Sekedar ngshare pengalaman spritual untuk mendapatkan si buah hati.

Memiliki anak adalah dambaan bagi pasangan yang telah menikah,
Tak sekedar pelengkap keluarga tapi juga karunia dari Allah sebagai buah cinta dari dua insan sebagai fitrahnya manusia

Terlebih bagi kami yang sudah menjalani pernikahan memasuki tahun IV pernikahan. Meski kami masih bilang "nyantai aja dlu" masih sperti pacaran, tapi ada harapan dalam hati serius..serius sangat.. *dalem

Berusaha secara medis dan tradisional sudah kita jalani.
Meski hanya sebatas usaha yang kita sanggupi.

Mendekati bulan ramadhan 1436 hijriyah tepatnya tanggal 16 Juni 2015 dan ramadhan saat itu tanggal 18 Juni yang seharusnya disambut dgn penuh suka cita, tapi tidak bagiku yang saat itu lagi "dapat".

Bisa difahami melownya hati, kebawa hormonnya saat itu.

Apalagi buat aku yang selalu "ngarep" H2C menghitung masa menstruasi yang berharap "Telat"
"Yah, datang lagi"
Sakitnya tu bukan disini aja tapi juga disini, disini *(perut)  disini *(hati)

Ya Allah.. inginnya hati memulai ramadhan dgn ibadah pol, tapi apa boleh buat.

Setelah seminggu libur, aku mulai bangun mengejar ketinggalan, bersama suami yang sudah masuk jus ke 2 tadarusannya.

Bukan ingin show of ketaqwaan,
Karena iman seseorang itu bisa dibolak balik.
Tapi hanya untuk memberitahu kepada kawan2 yang membaca blog saya, Alangkah besarnya kuasa Allah itu.
Jika ingin anak, mintalah langsung pada penciptanya dengan "sungguh2".
Tak akan ada hasil walau sudah usaha secanggih apapun jika tak demikian

Momentum bulan ramadhan benar2 kita manfaatkan saat itu. Tidak sekedar bedo'a meminta mencari si Laila. Beribadah wajib dan sunnah kami kerahkan hanya utk meminta padaNya.  

Sama halnya seperti meminta belikan gadget pada org tua, bukan main kita ambil hati orang tua kita.

Apalgi pada Allah SWT, yang memang sudah sepatutnya kita sembah dan kewajiban kita sebagai hambaNya.
Musti kudu Extra.

Segalanya Dia lipat gandakan ibadah kita di Ramdhan yg karim.

Setiap melihat anak kami bershalawat, berdo'a setelah adzan sebelum iqomat, berdo'a di sepertiga malamNya, diwaktu hujan dan dipenghujung hari saat ngabuburit sebelum berbuka dan bersedekah. Kiranya Allah ijabah do'a kami. Tentunya mencoba membersihkan hati dari sifat2 buruk.

Saking seriusnya kami memanfaatkan momentum ramadhan, hingga menghitung kalender masa subur hampir kami hiraukan. Masa2 romantis berdua hanya bertadarus bersama.

Hingga tepat tanggal 26 Juli 2015 Allah tunjukkan kuasaNya.

Alhamdulillahirabbil'alamin aku + hamil.
Ya Allah.. tak terkira senangnya sembah sujud syukurku padamu. Bantu hamba menjaga kehamilan ini.. to be continue..

Jadi ingat firmannya
"Jika kita berusaha mendekat dengan Allah, Dia akan lebih mendekat lagi dengan kita"
"Dia minta hambanya meminta tiap spertiga malam, Mana dia hambaku yang ingin meminta"
"Memintalah maka Allah akan kabulkan permintaanmu"

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman:

Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

1 komentar: