
My green campus
My stylist campus
My nervous campus
My campus my life builder
Hamaparan pepohonan nan rimbun dan teduh, dedaunan berjatuhan, beriringan dengan hilir mudik mahasiswa dengan aktifitasnya masing – masing,
Disitu ada aku yang masih bingung dimana tempat aku belajar nantinya, dimana jurusan aku?
Dimana pendaftaranya, namaku ada disini loh, hey kawan! Aku ini orangnya yang lulus itu,
Aku datang… UNIMED!
Hahahahaha dalam fikirku bangga,
Inilah yang dibilang orang –orang itu, “Kampus”
Aku yang baru tammat SMA, saat itu menyebutnya tempat kuliah, hehehe… lucu kalau diingat ingat,
Sebelumnya aku tak kenal universitas ini, aku tak pernah mimpi untuk menimba di tempat ini sebelumnya, yang ku tau, inilah tempat guru- guru ku kuliah, tempat kakak seniorku kuliah, Dan yang kusadari, inilah tempatku melanjut menimba ilmu, untuk empat tahun kedepan, welcome to Universitas Negeri Medan.
Disina ku temui mereka yang ingin mendaftar ulang juga, mereka yang ternyata akhirnya jadi sahabatku, mulai dari penjuruh daerah dan propinsi yang berbeda. Mereka membaur menjadi satu, seperti lautan mahasiswa yang mendaftar ulang , di Puskom.
Kutemui mereka yang berbeda pola, pola piker, pola wajah maupun pola bicara,
Singkat kata, akhirnya aku temukan jurusan itu, disaat semua administrasi terselesaikan, ya, Fakultas Bahasa Dan Seni, inilah campus q, tmpat ku bernaung menimba ilmu bahasa dan pendidikan, how to speak globally and think locally,
Itu kata dosenku, saat kami disuguhkan matakuliah speaking 1.
Kampus itu bukan seperti yang mereka bilang, dan bkan seperti yang aku fikir sebelumya,
Benar, kampus itu tidak hanya tempat menggali ilmu, tapi juga tempat menepa karakter.
Benar, kampus itu tidak hanya tempat berteduh pada ilmu, tp juga tempat aku beradu, mental dan fisik, letih lelahnya otak menjadi satu,
Benar- benar perjuangan ku dimulai saat itu,
Dimana suguhan matakuliah dengan masing dosen yang siap2 mengembleng kita dengan bejibun tugas yang siap utk ditindas.
Namun disitulah tempatku memulai, mengenal karakter pribadi, dengan belajar memasuki organisasi berkecimpung dengan kegiatan yang cukup menganggu diri. Tapi asyik, aku nikmati.
Belum lagi senda gurau teman sekelas ku yang penuh dengan karakter dan watak yang berbeda, dialah aurora. Tempat kami sharing dan tertawa. Dimana tugas kami kemas jadi sedikit ocehan renyah tanpa meninggalkan nilai scientific englishnyanya, yang akhirnya akan disuguhkan sebagai bahan presentasi didepan dosen nanti.
Kurasa tak dapat kuungkapkan dengan kata – kata lagi. Betapa senangnya hati dan puasanya keluar dari Universitas ini. Dan yang kurasakan kini, aku kembali lagi, dan berjumpa lagi dengan mereka dosen ku dlu, belajar dengan berkutat pada diktat lagi, nmun disuasana yang berbeda, di pasca sarjana. Welcome back Raisa. Selamat menimba ilmu utk kesuakalinya. Harapan ku semoga aku lulus tepat waktunya. Karena dua tahun lagi aku kan member mata kuliah disana. Memberi mata kuliah you see, wish me luck reader, to be lecturer. Dosen disanaa