Ordinary Girl in Extraordinary Life
Minggu, 22 Desember 2019
Sabtu, 18 Juni 2016
Sekelumit cerita di Ramadhan lalu
Throw back setahun yang lalu...
Mengenang perjuangan getol mendapatkan momongan
Sekedar ngshare pengalaman spritual untuk mendapatkan si buah hati.
Memiliki anak adalah dambaan bagi pasangan yang telah menikah,
Tak sekedar pelengkap keluarga tapi juga karunia dari Allah sebagai buah cinta dari dua insan sebagai fitrahnya manusia
Terlebih bagi kami yang sudah menjalani pernikahan memasuki tahun IV pernikahan. Meski kami masih bilang "nyantai aja dlu" masih sperti pacaran, tapi ada harapan dalam hati serius..serius sangat.. *dalem
Berusaha secara medis dan tradisional sudah kita jalani.
Meski hanya sebatas usaha yang kita sanggupi.
Mendekati bulan ramadhan 1436 hijriyah tepatnya tanggal 16 Juni 2015 dan ramadhan saat itu tanggal 18 Juni yang seharusnya disambut dgn penuh suka cita, tapi tidak bagiku yang saat itu lagi "dapat".
Bisa difahami melownya hati, kebawa hormonnya saat itu.
Apalagi buat aku yang selalu "ngarep" H2C menghitung masa menstruasi yang berharap "Telat"
"Yah, datang lagi"
Sakitnya tu bukan disini aja tapi juga disini, disini *(perut) disini *(hati)
Ya Allah.. inginnya hati memulai ramadhan dgn ibadah pol, tapi apa boleh buat.
Setelah seminggu libur, aku mulai bangun mengejar ketinggalan, bersama suami yang sudah masuk jus ke 2 tadarusannya.
Bukan ingin show of ketaqwaan,
Karena iman seseorang itu bisa dibolak balik.
Tapi hanya untuk memberitahu kepada kawan2 yang membaca blog saya, Alangkah besarnya kuasa Allah itu.
Jika ingin anak, mintalah langsung pada penciptanya dengan "sungguh2".
Tak akan ada hasil walau sudah usaha secanggih apapun jika tak demikian
Momentum bulan ramadhan benar2 kita manfaatkan saat itu. Tidak sekedar bedo'a meminta mencari si Laila. Beribadah wajib dan sunnah kami kerahkan hanya utk meminta padaNya.
Sama halnya seperti meminta belikan gadget pada org tua, bukan main kita ambil hati orang tua kita.
Apalgi pada Allah SWT, yang memang sudah sepatutnya kita sembah dan kewajiban kita sebagai hambaNya.
Musti kudu Extra.
Segalanya Dia lipat gandakan ibadah kita di Ramdhan yg karim.
Setiap melihat anak kami bershalawat, berdo'a setelah adzan sebelum iqomat, berdo'a di sepertiga malamNya, diwaktu hujan dan dipenghujung hari saat ngabuburit sebelum berbuka dan bersedekah. Kiranya Allah ijabah do'a kami. Tentunya mencoba membersihkan hati dari sifat2 buruk.
Saking seriusnya kami memanfaatkan momentum ramadhan, hingga menghitung kalender masa subur hampir kami hiraukan. Masa2 romantis berdua hanya bertadarus bersama.
Hingga tepat tanggal 26 Juli 2015 Allah tunjukkan kuasaNya.
Alhamdulillahirabbil'alamin aku + hamil.
Ya Allah.. tak terkira senangnya sembah sujud syukurku padamu. Bantu hamba menjaga kehamilan ini.. to be continue..
Jadi ingat firmannya
"Jika kita berusaha mendekat dengan Allah, Dia akan lebih mendekat lagi dengan kita"
"Dia minta hambanya meminta tiap spertiga malam, Mana dia hambaku yang ingin meminta"
"Memintalah maka Allah akan kabulkan permintaanmu"
Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman:
Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).
Minggu, 14 Februari 2016
Alhamdulillah I'm Pregnant
Kehamilan yang ditunggu2 akhirnya datang kembali..
Setelah setahun lalu Allah pernah titipkan sesaat, kini hadir kembali..
Ba'da bulan suci Ramadhan,
Hari kemenangan nan Fitri menjadi hadiah yang Allah karuniakan kepada kami..
Merupakan petunjuk kebesaranmu ya Rabb..
Tak tau apakah lailatur kadar Mu yg kau tetapkan kepada kami. Atau apakah itu.
Setelah pernantian yang panjang..
Bulan2 menjalani hari ketika perubahan hormon terjadi drastis dalam tubuh kita..baik psikis maupun fisik.
Menjadi momen yag berarti dalam hidup.
Badan yang terasa tak enak, wajah yang berubah adalah resiko yang harus dihadapi untuk mendapatkan kado terindah itu.
Menanti lekas besarnya janim ini..
hingga menanti lekas lahirnya bayi ini
Hari2 menjelang persalinan.
Dan permohonan akan kesehatan bayi dan ibunya.
Belajar mempersiapkan diri menjadi orang tua bagi belahan jiwa yang kami selalu tunggu.
Seketika itu juga aku tersenyum dan mengajak dia berbicara menyebut Asma mu ya rabb.. bermohon kelak dia menjadi anak yang shaleh.
Kuatkan hamba untuk melahirkan karunia yang telah kau titipkan di rahim hamba.
Istiqomahkan hati kami untuk selalu bersyukur dan terus memperbaiki diri menjadi orang tua shaleh dan shaleha untuk membimbing anak2 kami kelak menjadi pribadi yang shaleh dan shaleha pula ..
Aaamiiin
Subhanallah la ila hailla anta Astagfiruka wa atubuilaik..
Sabtu, 22 November 2014
Job or a Baby (serpihan kegalauan pasca wisuda)
Hey...you...
I've finish my postgraduate...
So what can I do???
Finishing your second study means that you have got the key to open the next level of your job. Minimally you will be earn in a high rate of sallary.
This is because of the achievment of a deep lesson that you've got and the high level of your study is the prestige of your company that you applied in.
But Those are not valuable for me now, just for now..
Finishing my study in quick time enough and getting my master do not mean that I will get as many people think commonly.
Yes I know the reason, because of my position.
I'm not a girl not yet a woman, said Britney spears...#singing hhe..
I'm in a quarter decade of my age..
Who has already got married 2 years ago, should focuse on my family...
I should be serious being a mom...
Hey youuu find out a baby now... not a job!
Don't you remember because of your bussines, you have loose your pregnant... the baby in the future has gone... #tearing
Oke! Well..
Let it be, life should be has a priority
There will be any time where you will achive your ambition..
But family is no 1.
So... getting a new job is waiting list..
The first list is getting a baby...
Do'nt be Galau
Selasa, 01 Juli 2014
Sekelumit do'a disaat azan tiba..
Keinginan yang melebihi
Diatas intensitasnya
Hingga mencapai taraf kebutuhan
Aku dan dia memang
Selayaknya mendambakan
Kehadiran buah hati ditengah-tengah kami..
Allah..tiada daya upaya kami
Melainkan atas kuasaMu,
Meski telah kau titipkan
2 bulan sekalipun
Kau ambil kembali..
Ku tahu kau masih mempersiapkan
Kesedian madrasahnya
Dia sempat hadir di tengah kesibukanku.
Dia sempat tak teracuhkan..
Dia pergi karena ibunya hanya peduli
Yang lain...
Ya Allah...
Ampuni hamba..
Takkan lagi ku abaikan titipanMu..
Ya Allah...
Alangkah kian tingginya dambaan ini..
Akan anugerahMu..
Meskipun.. Senja itu dtg
Tak berarti pagi takkan kembali...
Ketika roda kehidupan berputar
Tak berarti tempat tujuan tak sampai..
Meski hujan badai menerpa,
Tak berarti reda tak datang,
Tak berarti mentari kan menjelang,
Dan pelangi pun datang...
Sesungguhnya Allah tlah smpaikan
Setelah Kesusahan, ada kesuksesan yg menanti..
Terkadang kita perlu menggenggam tangan ini erat-erat
Agar kita tau seberapa kuat kah diri kita...
Hadapilah kehidupan yang sedang dijalani..
Selesaikanlah tugas yg menjadi prioritas..
Walaupun diatas tingginya loyalitas.
Innallaha 'alimun bidzatishudur..
Innallaha ma'ana...
Rabbuna yusahhil..


